Kelompok Dalam Organisasi

Pertama-tama kita akan membahas tentang kelompok,apa itu kelompok?,Adakah definisi yang pasti tentang kelompok?,Apakah contoh kelompok?kita akan bahas satu persatu.

Kelompok,Sekilas kita bisa artikan bahwa kelompok itu pasti lebih dari satu orang dan memiliki jumlah anggota tertentu walau belum ada suatu kesepakatan mengenai definisi suatu kelompok

tapi ada suatu definisi kelompok yang lebih disenangi oleh para sosiolog yang mengartikan istilah kelompok itu adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi (Paul B Horton)

maka bila ada 2 orang yang antri di toilet tidak bisa disebut suatu kelompok, tetapi bila orang tersebut melakukan suatu interaksi dalam bentuk apapun, maka bisa disebut sebagai kelompok.

Ada dua jenis pembagian kelompok :

Kelompok Formal ada dalam setiap organisasi. Kelompok formal adalah suatu suatu sub unit organisasi resmi yang didirikan dengan anggaran dasar organisasi atau dengan surat keputusan manajer. Kelompok kerja, panitia, departemen kecil. Semuanya merupakan contoh kelompok formal. Dalam kelompok formal, tujuan, peraturan – peraturan, keanggotaan dan pemiihan pemimpin biasanya ditentukan oleh organisasi ini.

Kelompok informal juga dapat ditemukan dalam setiap organisasi. Kelompok- kelompok ini berkembang menyimpang dari rancangan organisasi yang ditetapkan secara resmi dan kelompok informal hidup sebagai subkultur yang relatif berkuasa atau dominan dalam organisasi. Kelompok informal biasanya terbentuk bila orang – orang bekerja saing berdekatan satu sama lain atau sering bergaul dalam pekerjaannya.

Organisasi Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

    >>  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

    >> James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

    >> Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

    >> Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Suatu kelompok atau organisasi tidak luput dari masalah dan konflik internal,ada contoh masalah dalam kelompok yang saya ambil dari pengalaman sendiri,

Pada saat duduk dibangku SMA, saya ikut dalam organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS),dalam suaru kepengurusan OSIS tentu sudah sangat terstruktur dan terbagi tugas dan kewajiban masing-masing seksi yang ada,namun karena masing-masing seksi dan anggota nya ada merasa bahwa “Tugas saya di seksi ini ya cuma segini,jadi tidak perlu bantu tugas dari seksi yang lainnya” pemikiran ini yang berakibat fatal pada suatu acara Pentas Seni dimana masing-masing dibagi kelompok untuk menyelesaikan tugas masing-masing ada yang bertugas meneyewa dan mecari peralatan musik yang bagus dan ekonomis,ada yang bertugas mencari penyewaaan panggungdan dekorasi,ada yang bertugas menyiapkan konsumsi dan masih banyak lagi,karena masing-masing kelompok bekerja sendiri sendiri,pada saat hari H pagelaran pentas seni terjadilah kekacauan mulai dai dekor yang tidak sesuai dengan harapan,peralatan musik yang melebihi ukuran panggung hingga konsumsi yang kurang,setelah di telusuri dikarenakan masing-masing kelompok bekerja sendiri dan jarang adanya komunikasi,mereka hanya mengira-ngira segala sesuatu sesuai perkiraan mereka,sehingga tidak tepat dan terorganisir dengan baik.

jadi inti dari pengalaman saya ini adalah suatu kelompok walaupun terbagi menjadi beberapa Sub kelompok,mereka harus sering berkomunikasi dan bekerja sama,jangan hanya mementingkan pekerjaan kelompok sendiri agar selesai ,namun perhatikan dan sesuaikan dengan kelompok yang lain agar sesuai dan seimbang ,selesai lebih cepat namun tidak tepat bukan tujuan bukan? Lebih baik “kerjakan perlahan namun pasti secara bersama-sama agar semuanya sesuai dengan rencana”.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: