Teori Pengambilan Keputusan

Sebelum kita membahas tentang teori-teori pengambilan keputusan kita harus mengetahui arti dai keputusan itu apa,Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.

Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti: logika, realita, rasional, dan pragmatis.

Diartikan Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Pendekatan struktur pengambilan keputusan dapat membantu membuat keputusan yang terbaik, tetapi tidak dapat menggaransi hasil yang baik.

Keputusan yang barik kadang-kadang menghasilkan hasil yang kurang baik

Oleh karena itu diperlukan pendekatan dan metode-metode yang sangat detail untuk dapat menghasilkan keputusan yang baik

Ada 2 bentuk-bentuk pengambilan keputusan yaitu,

Keputusan terprogram:

• Melibatkan permasalahan rutin yang muncul secara teratur dan dapat ditujukan melalui tanggapan standard Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. Bila hal ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik.

Keputusan Tidak Terprogram :

Melibatkan bukan permasalahan rutin yang memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang ada Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses- proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit parameter’parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik.

 

Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi:

1. Penilaian situasi (Situational Approach)untuk menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?”

2. Analisis persoalan (Problem Analysis)dari pola pikir sebab-akibat

3 Analisis keputusan (Decision Analysis) didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan

4. Analisis persoalan potensial (Potential Problem Analysis) didasarkan pada perhatian kita mengenai peristiwa masad depan, mengenai peristiwa yg mungkin terjadi & yangg dapat terjadi

Dari beberapa penjelasan diatas semoga dapat menambah wawasan kita dalam hal pengambilan keputusan yang baik dah tepat sasaran,mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dah saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik lagi,terima kasih ^^

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: