BAHAYA NARKOBA

BAHAYA NARKOBA
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Ini mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya adalah bahan yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral, diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan & perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis.
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, prevalansi penyalahgunaan narkoba dalam tahun 2010 adalah 5,7 %, yang berarti dalam setahun terakhir, setiap 100 orang pelajar dan mahasiswa, terdapat lima sampai enam orang pemakai narkoba.
Sedangkan dari hasil survei BNN dan Universitas Indonesia (Ul) terhadap puluhan ribu pelajar dan mahasiswa di 33 provinsi selama kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2006 – 2009, jumlah penyalahguna narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa meningkat sebesar 1,4%. Angka rata-rata penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SLTP ada sebanyak 4,2 %, SLTA 6,6 % dan mahasiswa 6,0 %.
Masa Remaja adalah penentuan masa depan kita. Ini juga adalah masa masa rawan dalam hidup kita. Karena masa masa ini ingin mencoba hal hal yang baru tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya. Namun, penyalahgunaan biasanya tingkatan sebagai berikut:
1) Ingin mencoba-coba
2) Bersenang-senang
3) menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
4) penyalahgunaan
5) ketergantungan
Jika narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, biwah ini adalah dampak dampak dari pengguna narkoba.
Dampak Fisik:
I. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
II. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
III. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
IV. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
V. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
VI. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
VII. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
VIII. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
IX. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
I. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
II. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
III. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
IV. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
V. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
I. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
II. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
III. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Semua Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat.
Remaja adalah masa depan bangsa, harapan bangsa. Maka dari itu, harus ada upaya untuk mencegah para remaja dalam bangsa kita menyalahgunakan narkotika.
1. Sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. jika pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3. Setelah no.2, ada upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

About these ads
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: